hukum memakai software bajakan

Artikel Terkait

Ihsan Magazine - hukum memakai software bajakan

Soal:

T : Saya bekerja pada bagian komputer, semenjak saya memulai pekerjaan di bagian ini, saya bertugas untuk mengcopy berbagai program untuk memudahkan pekerjaan dengannya. Dan hal itu dapat dilakukan tanpa saya membeli dari kepingan asli program ini, dan perlu diketahui bahwa pada berbagai program tersebut terdapat ungkapan peringatan (larangan) mengcopy, yang maksudnya bahwa hak penyalinan terpelihara, serupa dengan ungkapan “hak percetakan terpelihara” yang terdapat pada sebagian kitab. Dan pemilik program tersebut boleh jadi seorang muslim atau kafir.

Pertanyaan saya: apakah boleh menyalin (mengcopy) dengan cara ini ? Jawaban:

Tidak diperbolehkan menyalin berbagai program yang pemiliknya melarang untuk menyalinnya kecuali dengan izin mereka, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam :
Quote:

الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوْطِهِمْ
“Hukum mu’amalah antara kaum Muslimin didasarkan pada persyaratan di antara mereka.”[1]


dan sabdanya shallallahu alaihi wasallam:

Quote:

لاَيَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيْبَةٍ مِنْ نَفْسِهِ.
“Tidak dihalalkan harta seseorang kecuali yang didapatkan dengan rela hati.”[2]


dan sabdanya shallallahu alaihi wasallam :

Quote:

مَنْ سَبَقَ إِلَى مُبَاحٍ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ.
“Barang siapa yang lebih dulu mendapatkan suatu hal yang mubah, maka dialah yang paling berhak terhadapnya.”



Sama saja apakah pemilik berbagai program tersebut muslim atau pun kafir yang bukan harbi (yang boleh diperangi), sebab hak orang kafir yang bukan harbi terpelihara seperti hak seorang muslim.

Hanya kepada Allah kita memohon taufiq,shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad,pengikutnya,dan para shahabatnya.

Lajnah da’imah lil buhuts al-ilmiyyah wal ifta’
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz
Wakil ketua: Abdul Aziz Alus syekh
Anggota: -Shaleh Al-Fauzan
- Bakr Abu Zaid

Pertanyaan nomor dua dari fatwa nomor: 19622.
Diterjemahkan oleh : Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi.



note :
[1] Riwayat al-Baihaqi dalam kitab as-Sunan al-Kubraa (VII/248), ‘Abdurrazzaq dalam Mushannafnya (VIII/377), al-Hakim (II/57 nomor 2309), ad-Daruquthni (II/606 nomor 2854), Abu Dawud (3594). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albany dalam Irwaa-ul Ghaliil (V/142 nomor 1303).
[2] Riwayat al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya (VIII/182), Ahmad (V/276, nomor 15488), ad-Daruquthni (II/602 nomor 2849-2850), Abu Ya’la (III/140 nomor 1570). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albany dalam Irwaa-ul Ghaliil (nomor 1459).

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar

Silakan komen disini (silakan saja NYEPAM/NGEJUNK/BLOGWALKING) asalkan jangan mengumbar fitnah saja ^^

Cari Blog Ini

Memuat...