Contoh Laporan Praktek Lapangan Kerja

Artikel Terkait

Ihsan Magazine - Saya sedang pkl dan sebentar lagi akan bikin laporan loh ^^ jadi disini saya share Contoh Laporan Praktek Lapangan Kerja biar gak ribet lagi :

contoh 1



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini. Pada dasarnya, tujuan dibuatnya Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah serta untuk melatih siswa/siswi membiasakan diri untuk membaca dan memahami keadaan lingkungan di luar sekolah penulis berharap dengan diselesaikan laporan ini, penulis dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia kerja/industri dalam hal ini PT. GMF AeroAsia.
Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada :
1. Bpk. Drs. Heryana selaku Kepala Sekolah SMK NEGERI 1 TANGERANG
2. Ibu. Dra. Neneng Kurniamala, S.pd selaku pembimbing dari sekolah
3. Bpk. Rudi Juniarto selaku GM BOUNDED ZONE
4. Bpk. WALUYO, S.Kom selaku ketua program Teknik Komputer Dan Jaringan
5. Ibu. Tri Mulyani dan Bpk. Tri Cahyadi selaku pembimbing yang dengan sepenuh hati meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing serta mengarahkan penulis dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini.
6. Orang tua dan teman-teman yang telah memberikan motivasi baik berupa materi dan moral selama penulis melaksanakan PKL
Sudah tentu kekurangan-kekurangan akan terdapat dalam laporan ini.
Karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun dari setiap pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan laporan ini


Tangerang, 31 Agustus 2007
Penulis



Dwi Astuti

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR……….…………………………………………………………………………….…...1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….…………………….….…2

BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………….….3
A. LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………...…3
B. TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN……………………………..……………………..…..4
C. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN….………..…...……4
D. MANFAAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN……………………………………….………..…...5

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
I. SEJARAH PT. GMF AEROASIA……………………………….……………….……….……...6
I.1 PROFIL PERUSAHAAN…………………………………………..……………………..………..6
I.2 GARUDA MAINTENANCE AEROASIA……………………………….….……….……....….8
I.3 PEGAWAI GARUDA MAINTENANCE………………………………..………………….…..9
I.4 FASILITAS GARUDA MAINTENANCE………………..………………………..……...10
II. STRUKTUR ORGANISASI GARUDA MAINTENANCE
II.1 STRUKTUR ORGANISASI………………………………………………………………..….…10
II.1A SERVICE FUNCION ORGANIZATION………………………………………….…...12
II.1B ORGANIZATION STRUCTURE…………………………...……………………….…..13
II.2 WAKTU KERJA…………………………………………………………………………….……..14
II.3 TATA TERTIB PERUSAHAAN…………………………………..……………………………15

BAB III
LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
A. PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………………………………..……….....16
B. HASIL KEGIATAN……………………………………………………………..………………..…...16

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
A. KESIMPULAN………………………………………………………………………...……………....19
B. SARAN-SARAN…………………………………………………………………………………….…19

BAB V
PENUTUP…………………………………………………………………………………………….……...…..21
BAB VI
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………..……….….22




BAB I
PENDAHULUAN

SMK NEGERI 1 TANGERANG adalah suatu Lembaga Pendidikan Kejuruan yang mempunyai tugas untuk dapat menghasilkan siswa-siswi yang terampil dalam bidang pengusaan Bisnis dan Manajemen dalam dunia kerja, tangguh, berdedikasi tinggi serta mampu berinteraksi dalam dunia kerja.
Di dalam mencapai tujuan yang mulia tersebut, maka setiap siswa/siswi kami harus menguasai berbagai kemampuan dan keterampilan dasar, serta harus memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam Ilmu Bisnis dan Manajemen.
Agar dapat mencapai tujuan tersebut, maka salah satu cara adalah dengan menerjunkan siswa/siswi kami langsung pada dunia kerja yang sebenarnya. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan siswa/siswi kami dalam setiap praktek dan menerapkan teori-teori yang telah penulis dapat pada objek secara langsung.
Pengaturan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan kesediaan lembaga atau dunia kerja untuk dapat menerima siswa/siswi kami yang akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Struktur program kurikulum, kalender pendidikan pada tahun ajaran tersebut akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi keadaan setempat.
Dengan diadakannya Praktek Kerja Lapangan saat ini sangatlah baik dan berguna bagi setiap siswa/siswi SMK NEGERI 1 TANGERANG mendapatkan suatu gambaran yang nyata di dalam menjajaki dunia kerja dan menerapkan apa-apa yang telah didapatkan dari akademi pada pekerjaan yang akan digeluti, sehingga bila mereka terjun ke dunia kerja tidak mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dapat menerapkan keahlian profesi yang dimiliki.

A. LATAR BELAKANG
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilatar belakangi oleh beberapa ketentuan-ketentuan, yaitu:
1. Menerapkan teori pendidikan yang telah didapat.
2. Menghubungkan teori yang telah diperoleh dengan hasil Praktek Kerja Lapangan.
3. Mempelajari situasi kerja sesuai dengan ilmu yang didapat.
4. Membuat analisa dan pengamatan terhadap hu-bungan antara teori dan kenyataan.

B. TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan untuk setiap siswa/siswi merupakan program keahlian yang tentunya mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
Adapun tujuan penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk:
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
2. Memperkokoh Link and Match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.
3. Meningkatakan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional.
4. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan.
5. Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman yang sebenarnya di dalam dunia kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia kerja dan masyarakat.
6. Siswa dapat meningkatkan rasa percaya dirinya, dalam memecahkan berbagai masalah atau kesulitan yang ditemuinya.
7. Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari sekolah dengan pekerjaan yang sebenarnya di perusahaan.
8. Memperluas pandangan dan wawasan siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan yang ada di bidang bersangkutan dan di tempat praktek dengan segala persyaratan.

C. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Pembuatan laporan yang merupakan karya tulis adalah kewajiban bagi setiap siswa/siswi SMK NEGERI 1 TANGERANG yang telah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan. Pembuatan laporan ini bertujuan :
1. Siswa/siswi mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang didapat di sekolah dan penerapannya di dunia kerja.
2. Siswa/siswi mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan secara lebih luas dan mendalam yang terungkap dari buku laporan yang dibuatnya.
3. Siswa/siswi dapat memahami cara-cara pembuatan suatu laporan Praktek Kerja Lapangan.
4. Agar siswa/siswi dapat mencurahkan dan menuangkan pikiran serta segenap kemampuan kedalam tulisan.
5. Siswa/siswi dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
6. Mengumpulkan data guna kepentingan sekolah dan dirinya sendiri.
7. Menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah dan dapat menunjang pengetahuan bagi siswa angkatan berikutnya.
8. Sebagai bukti nyata bahwa penulis telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.

D. MANFAAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan praktek kerja lapangan yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan praktek kerja lapangan yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut :
1. Keahlian professional yang diperoleh dari praktek kerja lapangan, dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan keahlian professional pada tingkat yang lebih tinggi.
2. Waktu tempuh untuk mencapai keahlian professional menjadi lebih singkat. Setelah lulus sekolah dengan praktek kerja lapangan, tidak memerlukan lagi waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian siap pakai.
3. Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.
4. Menambah pengetahuan mengenai perusahaan milik pemerintah, dalam hal ini PT. GMF AeroAsia.






BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

I. SEJARAH GMF AeroAsia
Sejalan dengan perkembangan bisnis yang terjadi saat ini maka sekitar tahun 1998 PT. Garuda Indonesia berusaha memaksimalkan setiap devisinya untuk membentuk strategi dua kali bisnis unit yang diharapkan dapat menghasilkan laba dan mengurangi biaya operasi perusahaan. Hal ini sudah dilakukan oleh perusahaan penerbangan asing, maka untuk itu PT. Garuda Indonesia harus memisahkan diri atau melepas salah satu divisi perbengkelan baik komponen maupun perawatan aircraft maka dibentuknya SBU GMF (Strategi Bussines Unit Garuda Maintenance Facility).
Dunia bisnis penerbangan terpuruk sedemikian hebatnya dengan berkurangnya jumlah penumpang akibat isu terorisme Internasional pasca tragedy “World Trade Center” 11 September 2001. Kemudian diperparah lagi oleh Wabah Flu burung dan SARS. Akhirnya beberapa perusahaan penerbangan kelas duniapun berguguran. Dampaknya telah dirasakan oleh Garuda Indonesia yang pada saat ini telah menjadi induk PT GMF AeroAsia.
Kemandirian PT GMF AeroAsia (GMFAA) ditandai dengan pendirian badan usaha pada tanggal 26 April 2002, Kemudian mulai beroperasi sejak 1 Agustus 2002. Hal tersebut merupakan strategi jangka panjang Garuda Indonesia yang dikenal dengan istilah “Airline Business Model”. Tujuannya adalah agar Garuda kembali ke “Core Business” dan memberi peluang bisnis yang lebih luas dan fleksibel kepada GMF.
Tantangan untuk berusaha mandiri GMF diawali dengan pengalihan karyawan Garuda ke GMF pada bulan Juli 2003, yang sudah barang tentu menimbulkan serangkaian resiko dan dampak psikologis baik terhadap perusahaan maupun terhadap karyawan.

1.1 PROFIL PERUSAHAAN
1. Filosofi perusahaan
Garuda Indonesia adalah suatu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa transportasi udara dan jasa-jasa lain yang terkait. Sebagai BUMN, Garuda juga mempunyai tanggung jawab lain, yaitu sebagai agen pembangunan dengan tujuan membantu Indonesia untuk tinggal landas, dan sebagai wakil/duta rakyat Indonesia, dimanapun Garuda berada.

Sehubungan dengan itu ada beberapa tanggung jawab lain yang diemban Garuda Indonesia yaitu:
· Meningkatkan industri sektor pariwisata di Indonesia
· Menciptakan lapangan kerja
· Melestarikan kebudayaan Indonesia
· Membantu pembangunan nasional

2. Visi PT. GMF AeroAsia
Visi dari PT. GMF AeroAsia adalah sebagai berikut :
Menjadi perusahaan pelayanan global dalam maintenance, repair dan overhaul pesawat terbang, komponen, mesin dan pendukung yang kompetitif dalam quality serta cost.

3. Misi PT. GMF AeroAsia
Misi dari PT. GMF AeroAsia adalah sebagai berikut:
1. Bisnis
§ Meningkatkan profit dan pendapatan usaha serta dapat tumbuh Kembang.
§ Garuda akan meningkatkan pelayanan, efisiensi dan produktivitas dalam rangka meningkatkan pasar yang lebih besar di sekmen yang lebih tinggi.

2. Pelayanan
§ Melaksanakan perawatan pesawat terbang dengan standar kualitas tinggi, secara tepat waktu dengan biaya kompotitif.
§ Menyediakan jasa-jasa yang berkaitan dengan industri penerbangan yang meliputi pelayanan darat, perawatan pesawat, system informasi, overhaul dan kesehatan.

3. Sumber Daya Manusia
§ Sebagai wahana aktualitas profesional dalam jasa teknologi industri kedirgantaraan.
§ Mengembangkan SDM dan infra struktur/organisasi dalam rangka persaingan global.



4.Kegiatan & Tujuan Perusahaan
Garuda Maintenance Facility bergerak dalam bisnis yang mempunyai kegiatan serta lingkup kerja :
Ø Perawatan, perbaikan dan Overhaul untuk airframe, komponen & engine pesawat.
Ø Kalibrasi tool dan equipment
Ø Pembuatan dan perawatan sarana pendukung pesawat
Ø Enginering dan service
Secara umum produk utama Garuda Maintenance Facility saat ini dapat diklarifikasikan sebagai berikut :
Ø Perawatan dan Overhaul pesawat (aircraft) pesawat B 747-100 / 200
/ 400, B737, DC-10, A300, B4, Foker 28, serta A 330.
Ø Perawatan dan Overhaul komponen pesawat B747-100 / 200 / 400,
B737, DC-10, A300, B4, Foker 28, serta A330.
Ø Perawatan dan Overhaul mesin pesawat, yaitu : mesin SPEY 555,
CFM 56-3, JT9D dan APUGTCP36, GTCO85 dan TSCP700.
Ø Perawatan GSE (Ground Support Equipment).

1.2 GARUDA MAINTENANCE FACILITY AEROASIA
Sejalan dengan perkembangan bisnis yang terjadi saat ini maka sekitar tahun 1998 PT Garuda Indonesia berusaha memaksimalkan setiap divisinya untuk membentuk strategi-strategi bisnis unit yang diharapkan dapat menghasilkan laba dan mengurangi beban biaya operasional perusahaan. Hal ini sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan asing. Maka sudah saatnya PT Garuda Indonesia harus memisah/melepas salah satu divisi perbengkelan baik component maupun perawatan aircraft untuk menjadi SBU-GMF (Strategy Bussines Unit – Garuda Maintenance Facility).
Memang sudah saatnya setiap Airlines hanya berfokus pada core business (bisnis inti) dan maintenancenya dipercayakan pada SBU yang ada.Sehingga GMF diharapkan harus memiliki fasilitas perawatan purna pesawat untuk mendukung ON TIME PERFORMANCE. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi pesatnya teknologi pesawat terbang itu sendiri, yang pada akhirnya dapat memperlancar perusahaan penerbangan dalam mengoperasikan armada pesawatnya sesuai dengan jadwal terbangnya secara tepat, selain iu juga yang lebih utama adalah untuk menekan biaya-biaya sebagai cost saving device bagi Airlines itu sendiri.
Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan nasional yang melayani jasa angkutan udara nasional dan internasional telah menyerahkan sepenuhnya perawatan armadanya ke Garuda Maintenance Facility (GMF) yang berlokasi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. GMF harus di spin-of untuk dijadikan sebagai repair station sesuai dengan FAR 145.
Kemampuan yang ditawarkan GMF sudah diakui pasar internasional, terbukti dengan keberhasilannya meraih sertifikasi FAA (Federal Aviation and Administration), hal ini telah ditunjang dengan telah dilaksanakannya perawatan besar pesawat DC-10 milik Irlandia dan World Airways, serta perawatan ringan pada pesawat-pesawat.
Dengan jaminan pengalaman para engineer dan teknisi GMF yang sudah puluhan tahun, GMF sudah dapat merawat purna pesawat F-28 dan DC-9 sejak tahun 1974, dan pada akhir tahun 1990 sudah dapat melaksanakan overhaul pesawat A 300, DC-10 dan B 747. Sedangkan pada akhir tahun 1993, B-737 dapat dirawat D-check..
Jaminan ketepatan waktu perawatan pun semakin diperhatikan, disamping mutu produksi. Secara umum untuk overhaul B-737 waktunya 3-5 minggu, DC-9 dan F-28 waktunya sekitar 6 minggu, untuk A300 dan DC-10 waktunya sekitar 6-8 minggu, serta untuk B747 waktunya sekitar 8 minggu. Mengenai waktu itu terdiri dari Basic Inspection yang waktunya sudah pasti ditambah dengan perbaikan yang ditentukan waktu pelaksanaan inspeksi tersebut. Waktu inilah yang tidak dapat ditentukan sebelumnya.

1.3 KEPEGAWAIAN GARUDA MAINTENANCE FACILITY
Garuda Maintenance Facility merupakan bagian dari PT Garuda Indonesia yang berbentuk perusahaan BUMN, maka status pegawai tetap ialah pegawai Negara, sedangkan selebihnya ada yang berstatus tenaga kerja kontrak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkan untuk calon pegawai tetap, menjalani masa pendidikan lanjutan setaraf diploma dua yang diselenggarakan PT Garuda Indonesia dengan perguruan-perguruan tinggi tertentu yang dipilih, seperti ITS Surabaya, ITB Bandung dll.
Selain itu untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para Teknisi dan Engineer maka diadakan program up grading yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti ke IPTN, Amerika Serikat, Selandia Baru, KLM Belanda dll. Sistem pengaturan waktu kerja bagi mekanik GMF dilakukan secara bergiliran (shift). Lamanya waktu kerja adalah delapan jam dengan perhitungan jumlah jam kerja perminggu adalah 48 jam. Pengaturan secara bergiliran ini dimaksudkan agar proses kerja untuk karyawan staf adalah normal dengan waktu kerja 45 jam per minggu.

1.4 FASILITAS GARUDA MAINTENANCE FACILITY
GMF memiliki sarana dan prasarana yang memadai, berdiri di atas tanah seluas 115 Ha dengan pembagian areal sebagai berikut :
· Hangar : 8,7 Ha
· Workshop : 9,7 Ha
· Engine Test Cell dan Utility : 1,5 Ha
· Central Store dan Engine Shop : 1,7 Ha
· Perkantoran : 0,6 Ha
· Pertamanan : 53.4 Ha
· Apron, Taxi way dan Run up bay : 44,4 Ha
· Gedung Management dan pusat olah raga : 0,9 Ha

GMF mempunyai tiga buah hangar, dimana setiap hangar dilengkapi dengan service pits untuk sumber listrik 50 Hz dan 400 Hz, air pressure, air conditioner untuk kabin dan ventilasi pesawat terbang.
Apron GMF seluas 379.620 meter persegi dibangun dengan kontruksi cakar ayam mampu menampung 50 pesawat, yang masing-masing empat bay untuk B 737, lima bay untuk untuk DC-10, delapn belas bay untuk F28, tujuh belas bay untuk DC-9 dan enam bay untuk A300.
Fasilitas lainnya ialah gedung untuk material, mesin-mesin dan gedung utility sebagai penyedia tenaga listrik dan air conditioning untuk semua unit bangunan, gudang khusus penyimapnan bahan bakar, juga terdapat bangunan khusus untuk kepentingan umum dan lahan parkir seluas 18.500 meter persegi.
Sejalan dengan perkembangan waktu, GMF senantiasa berbenah diri dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam perawatan untuk semua jenis pesawat, engine maupun komponen dan berusaha menjadi The Best Workshop In Asia.

II. STRUKTUR ORGANISASI GARUDA MAINTENANCE FACILITY
II.1 STRUKTUR ORGANISASI
PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia dipimpin oleh seorang Direktur Utama serta tiga orang Direksi yang membawahi Service Function Organization dan Bussiness Function Organization.
a. Dinas Internal Audit & Controller (TI).
b. Dinas Quality Assurance (TQ).
c. Dinas Administration & Finance (TA).
d. Dinas Marketing & Development (TP).
e. Dinas Strategic Policy & Corporate Secretary (TS).

Sedangkan Bussiness Function Organization, dibagi menjadi 6 dinas yaitu :
1. Dinas Line Maintenance (TL)
2. Dinas Base Maintenance (TB)
3. Dinas Component Maintenance (TC)
4. Dinas Engine Maintenance (TR)
5. Dinas Engineering Service (TE)
6. Dinas Trade & Asset Management (TM)

Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Dinas Trade & Asset Management yang dipimpin oleh seorang Vice President dan 6 General Manager serta 16 Manager. Adapun bidang-bidang di Dinas Trade & Asset Management adalah sebagai berikut:
Ø Bidang Strategic Procurement & Counter Trade – TMS
Ø Bidang Asset Management – TMR
Ø Bidang Logistic – TML
Ø Bidang Aircraft Part Procurement – TMP
Ø Bidang Inventory Management – TMI
Ø Bidang Bonded Area – TM















PT. GMF AeroAsia
SERVICE FUNCTION ORGANIZATION

BOARD OF
DIREKTOR

INTERNAL AUDIT
& CONTERLLER
QUALITY
ASSURANCE

ADMINISTRATION &
FINACE
MARKETING & DEVEDEVELOPMENT
STRATEGIC POLICY
& CORPORATE
SECRETARY

IINTERNAL AUDIT
A/C QUALITY
CONTROL
CONTRELLER
WORKSHOP
QUALITY CONTROL
TREASURE &
BUDGETING
REVENUE
MANAGEMENT
ACCOUNTING &
FINANCIAL

MARKETING
BUSINESS
DELOPMENT &
BISINESS STRATEGY
CONTRACT


ACCOUNT MANAGER
ASIA & CHINA
ACCOUNT MANAGER
MIDDLE EAST
& EUROPE
ACCOUNT MANAGER
AFRICA & AUSTRALIA
ACCOUNT MANAGER
DOMESTIK &
NON AVIATION
ACCOUNT MANAGER
GARUDA & AMERIKA
PERSONNEL &
GENERAL AFFAIRS
INFORM. TECH. &
BUSINES PROCESS
ENGINEERING
LEGAL
CORPORATE
COMMUNICATION

































PT. GMF AeroAsia
ORGANIZATION STRUCTURE


BOARD OF

DIRECTOR





















































































































































II.2 WAKTU KERJA
Waktu kerja adalah dimana pegawai melakukan pekerjaan pada kerja yang ditentukan dan diatur oleh perusahaan. Waktu kerja dibagi menjadi dua yaitu :
1. Waktu kerja biasa
Waktu kerja biasa adalah waktu kerja dimana jam mulai dan berakhir kerja diatur secara beraturan dan bersifat tetap.
2. Waktu kerja shift
Waktu kerja shift disebabkan oleh sifat pekerjaan, yang tidak boleh terputus. Waktu kerja giliran (shift) diatur sebagai berikut :

Shift
Jam Kerja
Jumlah Jam Kerja termasuk istirahat 1 Jam
I
07.00-16.00
9 Jam
II
15.40-23.40
8 Jam
III
23.20-07.20
8 Jam



Hari

Jam Kerja

Jam Istirahat

Jumlah jam kerja termasuk istirahat
Senin-Kamis
07.30-16.30
12.00-13.00
9 Jam
Senin-Jumat
07.30-17.00
11.30-13.00
9.5 Jam









II.3 TATA TERTIB PERUSAHAAN
Peraturan dan tata tertib yang ada di perusahan ini dibuat dalam kesepakatan bersama yang telah disetujui oleh kedua belah pihak yaitu antara PT. Garuda Indonesia dan serikat karyawan PT. Garuda Indonesia. Peraturan yang dijalankan sesuai dengan prosedur.

Kesepakatan kerja bersama (KKB) adalah perjanjian perburuhan sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang No. 21 tahun 1945. Sedangkan menurut UU No.21 tahun 1945 ialah perjanjian yang diselengggarakan oleh serikat-serikat buruh telah didaftarkan oleh kementrian perburuhan dan majikan atau perkumpulan majikan yang berbadan hukum, yang pada umumnya atau semata-mata menurut syarat-syarat yang diperhatikan dalam rangka pelaksanaan hubungan industri yang serasi, aman, mantap dan dinamis berdasarkan pancasila.

1. Para pihak
Seperti terlihat ada devinisi diatas, maka para pihak yang terlibat dalam pembuatan KKB adalah:
v Pengusaha
v Serikat Pekerja

2. Masa Berlaku
KKB berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh kedua belah pihak untuk selama 2 tahun, dengan catatan apabila menjelang habisnya masa berlaku KKB ini, maka KKB secara otomatis berlaku untuk 1 tahun lagi.








BAB III
LAPORAN KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN

A. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan siswa/siswi dimasing-masing unit selama PKL di PT GMF AeroAsia secara berkala.
Nama : Dwi Astuti
Unit : Bonded Area (TMB)
Tanggal PKL : 04 Juni s.d 31 Agustus 2007
B. HASIL KEGIATAN
1.
Senin-Jum`at
04 s.d 08 Juni 2007

Menyusun data PPBI dari nomor terkecil sapai terbesar
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me Rename AWB & BC. 23 dan Merapikan AWB dan BC. 23 per buntut
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
2.
Senin-Jum`at
11 s.d 15 Juni 2007
Memfile data PE & PEB serta mengurutkan nomor dari angka terkecil sampai terbesar
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me Rename data AWB & BC. 23
Memfile data DPM & DPK kedalam ordner
3.
Senin-Jum`at
18 s.d 22 Juni 2007
Menscanner AWB & BC.23 serta Rename AWB & BC.23
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile DPM & DPK ke dalam ordner
Memfile dokumen- dokumen
4.
Senin-Jum`at
25 s.d 29 Juni 2007
Menscenner AWB & BC.23 serta Rename AWB dan BC.23 memfile dokumen ke dalam ordner, Memasukan data import ke komputer,
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile DPM & DPK ke dalam ordner
5.
Senin-Jum`at
2 s.d 6 Juli 2007
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me Rename AWB & BC. 23
Merapihkan data AWB & BC. 23 per buntut
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile dokumen-dokumen
6.
Senin-Jum`at
9 s.d 13 Juli 2007
Memasukan data Import ke komputer,
Menscanner AWB dan BC.23, Rename AWB dan BC.23
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile data DPM & DPK kedalam ordner
7
Kamis-Jum’at
19 s.d 20 Juli 2007
Menscanner AWB dan BC.23, Rename AWB dan BC.23, Menyusun AWB & BC.23 secara perbuntut
Memasukan data Import ke komputer
8.


Senin-Jum’at
23 s.d 27 Juli 2007
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Menscanner data AWB & BC. 23 serta Rename data AWB & BC. 23
Memfile data DPM & DPK kedalam ordner
Memfile surat- surat
Memasukkan data import ke komputer
9.
Senin-Jum’at
30 Juli s.d 3 Agustus 2007

Menscanner data AWB & BC. 23 serta me-rename data AWB & BC. 23, merapihkan data AWB & BC. 23 per buntut
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memasukkan data import ke komputer
10.
Senin-Jum’at
6 s.d 10 agustus 2007
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me-rename data AWB & BC. 23
Memasukkan data import ke komputer
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile data DPM & DPK kedalam ordner
11.
Senin-Jum’at
13 s.d 17 agustus 2007
Print AWB & BC. 23 untuk laporan ke Pajak.
Menyusun AWB & BC 23 per halaman

12.
Senin-Jum’at
20 s.d 24 agustus 2007
Print AWB & BC. 23 untuk laporan ke pajak.
Memasukkan data import ke komputer
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile data DPM & DPK kedalam ordner
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me-rename data AWB & BC. 23

13.
Senin-Jum’at
27 s.d 31 Agustus 2007
Menscanner data AWB & BC. 23 serta me-rename data AWB & BC. 23
Memfile data PE & PEB kedalam ordner
Memfile DPM & DPK kedalam ordner



















BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT GMF AeroAsia dan membuat laporan ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Praktek kerja lapangan ini dapat memperluas dan menambah wawasan bagi siswa dalam pendidikan di dunia kerja.
2. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan untuk menambah suatu gambaran dalam menjalani dunia kerja.
3. Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan untuk menambah ketermpilan siswa dalam setiap praktek dan menerapkan teori-teori yang didapat langsung pada objeknya.
4. Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan ini, siswa/siswi tidak lagi memerlukan waktu latihan lanjutan bila ingin memasuki dunia kerja.
5. Untuk mengatasi segala permasalahan yang ada diperlukan tenaga sekretaris yang handal, yang dapat mengatasi segala bentuk permasalahan yang berkaitan dengan filling system.
6. keterlambatan dalam mengambil suatu keputusan akan merugikan perusahaan tersebut dan kemungkinan juga dapat menimbulkan biaya yang tak terduga.
7. PT. GMF AeroAsia adalah anak perusahaan dari PT. GARUDA INDONESIA yang bergerak dalam bidang perawatan pesawat .

B. SARAN-SARAN
Pada kesempatan ini, ijinkanlah penulis untuk memberikan beberapa saran kepada pihak industri dan pihak sekolah yang sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan guna kemajuan dimasa mendatang.

I. Saran-saran untuk pihak industri
a. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini akan lebih terarah apabila disusun
Suatu jadwal yang harus dikerjakan siswa/siswi selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan,
b. Agar industri dapat menyediakan seorang instruktur khusus yang pada hari-hari tertentu dapat memberikan pelajaran teori yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakan siswa/siswi sehingga siswa/siswi dapat mengerti dan memahami pekerjaan yang dilaksanakan.
c. Kepada pihak industri untuk dapat lebih banyak memberikan pekerjaan yang bermanfaat bagi siswa/siswi, supaya jam kerja dapat diisi dengan penuh tanpa ada waktu kosong yang terbuang percuma.

II. Saran-saran untuk pihak sekolah
Pihak sekolah agar dapat memantau kegiatan siswa yang sedang melaksanakan
PKL secara intensif sehingga segala kesulitan yang timbul dapat dipecahkan
bersama.

















BAB V
PENUTUP

Keberhasilan pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini sangat dibutuhkan oleh para siswa/siswi agar dapat bisa mengikuti salah satu syarat untuk menempuh UAS/UAN. Dengan dibuatnya laporan PRAKERIN ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi lancarnya pelaksanaan Praktek Kerja Industri, terutama pada tahap awal kerja berkaitan dengan paket keahlian yang ada di Dunia usaha/Dunia industri.
Dengan dibuatnya laporan ini minimal diharapkan juga ada kesamaan Visi antara pihak sekolah dengan dunia usaha sebagai industri pasangan.
Harapan saya sebagai penulis semua penjelasan didalam laporan ini telah tersusun rapi sesuai dengan tujuan siswa/siswi tingkat 2. Penulis telah berusaha menyusun dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan dimengerti bagi yang membacanya.















BAB VI
LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

1. Mardiyatmo,Drs.2004.Kewirausahaan.Jakarta:Yudistira

2. Astini,Tintin,Dra.dan Johariah,Aah,Dra.2003.Melakukan Prosedur Administrasi.Bandung:Armico



contoh 2





CARA MEMBUAT LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

A.   PENDAHULUAN
Mahasiswa yang akan membuat laporan PKL diwajibkan untuk membuat kerangka, outline atau proposal laporan PKL, sebagai gambaran dari penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan serta rencana isi dari laporan PKL yang akan ditulis.
Proposal ini harus disetujui leh dosen pembimbing/Direktur STAN atau pejabat yang ditunjuk. Oleh sebab itu pembahasan dengan dosen pembimbing merupakan keharusan.
Proposal laporan PKL harus dibuat secara formal sesuai ketentuan yang berlaku. Hal-hal yang harus dimasukkan dalam proposal tersebut antara lain mencakup bentuk/format, isi, jumlah eksemplar, penjilidan maupun kegiatan yang akan dilakukan.


B.   ISI
Outline laporan PKL pada dasarnya merupakan usulan atau rencana penelitian. Isi outline meliputi :

1.    Bagian Pendahuluan, yang terdiri dari :
a.    Halaman  judul (lihat contoh).
b.    Tanda persetujuan (lihat contoh)
c.    Daftar isi.

2.    Bagian isi (Batang Tubuh) yang terdiri dari :
a.    Pendekatan/tujuan penyusunan laporan PKL
Bagian ini menjelaskan pendekatan dalam pembahasan atau tujuan yang ingin dicapai. Laporan PKL dapat disusun dengan menggunakan pendekatan positif (+) yang hanya bertujuan untuk menjelaskan fakta/praktik yang diamati berdasarkan teori tertentu, atau dengan pendekatan normatif yang bertujuan untuk memberikan saran-saran atau fakta/praktik yang diamati berdasarkan pada teori tertentu.

b.    Metode penelitian
Bagian ini menjelaskan mengenai cara pengumpulan data yang direncanakan, apakah melalui study kepustakaan atau penelitian langsung. Rencana kontinjensi dapat dikemukakan pada bagian ini untuk mengantisipasi perubahan metode penelitian. Rencana kontinjensi ini harus menyebutkan prioritas metode penelitian dengan diikuti prioritas-prioritas berikutnya.

c.    Rencana daftar isi
Rencana daftar isi memuat rencana isi laporan PKL yang akan ditulis.

d.    Sinopsis
Sinopsis merupakan uraian singkat atau ikhtisar mengenai isi laporan PKL. Secara keseluruhan, sinopsis mengemukakan permasalahan pokok yang akan ditulis dan panjangnya adalah antara 2-3 halaman.

e.    Ringkasan isi tiap-tiap bab
Bagian ini memuat deskripsi singkat mengenai isi masing-masing bab. Uraian hendaknya tidak hanya menyebutkan rincian isi, tetapi juga memuat uraian singkat materi masing-masing bab.

f.     Rencana daftar pustaka
Bagian ini memuat daftar literatur (buku, teks, artikel, dsb) yang direncanakan akan digunakan dalam penulisan laporan PKL. (Khusus untu mahasiswa program Diploma I Keuangan, daftar pustaka boleh tidak dicantumkan).

3.    Bagian penutup
Sebagai proposal penelitian, outline perlu dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas yang akan ditempuh dan jadwal pelaksanaannya. Bagian ini mencakup uraian tentang aktivitas dan periode pelaksanaannya. Jika perlu, masukkan pula rencana kontinjensi di bagian ini.

C.   PEMBAHASAN DAN PERSETUJUAN
Proposal atau outline laporan PKL harus dibahas terlebih dahulu dengan dosen pembimbing. Setelah disetujui, outline tersebut harus diserahkan kepada lembaga untuk diperiksa mengenai ada/tidaknya duplikasi judul atau kesamaannya dengan karya tulis/laporan PKL/karya tulis tugas akhir atau skripsi terdahulu dan diajukan kepada Direktur STAN guna mendapat persetujuan.

D.   PERUBAHAN
Selama riset/penulisan/pembahasan, ada kemungkinan terdapat perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atas ouline semula. Jika perubahan tersebut cukup signifikan (menyolok) maka perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Direktur STAN. Perubahan hanya diperbolehkan dalam jangka waktu 6 (enam) minggu sejak outline pertama disetujui. (Perubahan ini tidak menyebabkan tambahan batas waktu penyelesaian akhir.

E.   JUMLAH OUTLINE
Outline harus dibuat sebanyak tiga rangkap, rangkap pertama untuk mahasiswa, rangkap kedua untuk dosen pembimbing dan rangkap ketiga untuk sekretaris bidang.

F.    CARA PENULISAN
Outline harus disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan-ketentuan pokok untuk penulisan outline adalah sebagai berikut :
1.    Kertas
Kertas untuk outline PKL adalah kertas HVS 60-80 gram ukuran kuarto.

2.    Marjin teks
Marjin kiri, kanan, atas dan bawah untuk teks adalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk karya tulis ilmiah, yaitu masing-masing secara berturut-turut adalah : 1.5, 1, 1,  dan 1 inchi.

3.    Jarak Baris
Jarak baris untuk teks adalah 2 spasi, kecuali untuk daftar pustaka.
Jarak baris teks untuk daftar pustaka adalah 1 spasi, dan jarak antar daftar pustaka adalah 2 spasi.

4.    Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

5.    Pengetikan
Outline dapat diketik dengan komputer atau mesin ketik manual. Ukuran huruf yang disyaratkan adalah 10-12 huruf per inchi.
Jika menggunakan komputer, hasil cetakannya haruslah bukan dalam bentuk ”draft”. Selain itu, teks harus ditulis secara rata (inden) kiri dan kanan, kecuali untuk bagian-bagian tertentu seperti daftar pustaka.

6.    Nomor halaman
Tiap halaman harus diberi nomor halaman sebagai berikut :
a.    Bagian Pendahuluan;
Nomor halaman diberikan di bagian tengah bawah dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, dst).
Halaman judul tidak perlu diberi nomor halaman, tetapi dihitung sebagai satu halaman.

b.    Bagian Isi (Batang Tubuh)
Nomor halaman diberikan dibagian tengah bawah dengan menggunakan angka arab (1, 2, dst.)

c.    Bagian Penutup;
Sama dengan Bagian Isi, dan untuk bagian ini nomor halaman merupakan kelanjutan dari Bagian Isi.

7.    Penjilidan
Outline laporan PKL harus diberi sampul dan dijilid dengan rapi. Gunakan plastik terang untuk sampul depan.

G.   KONTINJENSI
Mengingat perubahan signifikan atas isi laporan PKL memerlukan persetujuan kembali oleh pejabat yang ditunjuk oleh Direktur STAN dlama jangka waktu yang telah ditentukan, maka laporan PKL hendaknya disusun dengan mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin akan dihadapi di kemudian hari.

































H.   CONTOH
Halaman judul rencana laporan PKL
 










































Catatan : Teks ditulis simetris di tengah-tengah halaman.

Contoh : Tanda Persetujuan Rencana Laporan PKL
 










































Catatan : Teks ditulis simetris di tengah-tengah halaman.
 



contoh 3 >> klik disini

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar

Silakan komen disini (silakan saja NYEPAM/NGEJUNK/BLOGWALKING) asalkan jangan mengumbar fitnah saja ^^

Cari Blog Ini

Memuat...